jump to navigation

1.000 BURUNG KERTAS 22/12/2008

Posted by pustakabahasa in Isapan Jempol.
trackback
Burung Kertas

Burung Kertas

 

  Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1.000 burung kertas untuk Girl dan menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan, 1.000 burung kertas itu menandakan 1.000 ketulusan hatinya.

  Waktu itu….
Girl dan Boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka berdua. Akan tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi Boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Paris. Tempat yang selalu dia impikan.
  Sewaktu Girl mau memutuskan Boy, Girl berkata kepada Boy, “Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya. Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah…!”  
  Setelah Girl pergi ke Paris, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, sampai bisnis kecil-kecilan. Setiap pekerjaan dia lakukan dengan sangat baik dan tekun.
  Sudah lewat beberapa tahun….
  Karena pertolongan seorang teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl. Dia masih tidak dapat melupakannya.
  Pada suatu hari… waktu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl….
  Boy ingin memperlihatkan kepada mereka kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga villa dan perusahaan sendiri. Boy ingin memperlihatkan kepada mereka kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, tetapi seorang bos.
  Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut. Hujan terus turun tanpa henti, biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan.
  Sewaktu sampai di tempat tujuan, Boy tercegang dengan apa yang dilihatnya, tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan tertulis Girl. Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung-burung kertas yang dibuat oleh Boy.
  Dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup, orang tua Girl memberi tahu Boy bahwa Girl tidak pergi ke Paris. Girl terserang kanker, Girl pergi ke surga. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis sehingga dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu.
Girl pernah mengatakan bahwa dia sangat mengerti Boy. Dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil. Girl berkata, “Kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas lagi buatnya.
Mendengar kata-kata itu, Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos. Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah….
Sewaktu orang tua Girl keluar dari pemakaman, Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil.
*Dari e-mail seorang teman.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: