jump to navigation

Kalimat Efektif 03/06/2009

Posted by pustakabahasa in Pojok Pustaka.
trackback

Kalimat efektif adalah kalimat yang berhasil menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau penulis. Untuk itu, penyampaian harus memenuhi syarat sebagai kalimat yang baik, yaitu strukturnya benar, pilihan katanya tepat, hubungan antarbagiannya logis, dan ejaannya pun harus benar. Berikut ini adalah beberapa contoh pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya agar menjadi kalimat yang efektif.

1. Penggunaan dua kata yang sama artinya dalam satu kalimat:

– Sejak dari usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.
Seharusnya:
Sejak usia delapan tahun ia telah ditinggalkan ayahnya.

– Hal itu disebabkan karena perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.
Seharusnya:
Hal itu disebabkan perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.

– Ayahku rajin bekerja agar supaya dapat mencukupi kebutuhan hidup.
Seharusnya:
Ayahku rajin bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan hidup.

– Pada era zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat.
Seharusnya:
Pada zaman modern ini teknologi berkembang sangat pesat.

– Berbuat baik kepada orang lain adalah merupakan tindakan terpuji.
Seharusnya:
Berbuat baik kepada orang lain merupakan tindakan terpuji.

2. Penggunaan kata berlebih yang “mengganggu” struktur kalimat:

– Menurut berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.
Seharusnya:
Berita yang saya dengar mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.
Atau
Menurut berita yang saya dengar, kurikulum akan segera diubah.

– Kepada yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.
Seharusnya:
Yang bersalah harus dijatuhi hukuman setimpal.

3. Penggunaan imbuhan yang kacau:

– Yang meminjam buku di perpustakaan harap dikembalikan.
Seharusnya:
Yang meminjam buku di perpustakaan harap mengembalikan.
Atau
Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan.

– Ia diperingati oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.
Seharusnya:
Ia diperingatkan oleh kepala sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.

– Operasi yang dijalankan Reagan memberi dampak buruk.
Seharusnya:
Oparasi yang dijalani Reagan berdampak buruk.

– Dalam pelajaran bahasa Indonesia mengajarkan juga teori apresiasi puisi.
Seharusnya:
Dalam pelajaran BI diajarkan juga teori apresiasi puisi.
Atau
Pelajaran BI mengajarkan juga apresiasi puisi.

4. Kalimat tak selesai:

– Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial yang selalu ingin berinteraksi.
Seharusnya:
Manusia yang secara kodrati merupakan mahluk sosial, selalu ingin berinteraksi.

– Rumah yang besar yang terbakar itu.
Seharusnya:
Rumah yang besar itu terbakar.

5. Penggunaan kata dengan struktur dan ejaan yang tidak baku:

– Kita harus bisa merubah kebiasaan yang buruk.
Seharusnya:
Kita harus bisa mengubah kebiasaan yang buruk.

– Pertemuan itu berhasil menelorkan ide-ide cemerlang.
Seharusnya:
Pertemuan itu telah menelurkan ide-ide cemerlang.

– Gereja itu dilola oleh para rohaniawan secara profesional.
Seharusnya:
Gereja itu dikelola oleh para rohaniwan secara profesional.

6. Penggunaan tidak tepat kata di mana dan yang mana:

– Saya menyukainya di mana sifat-sifatnya sangat baik.
Seharusnya:
Saya menyukainya karena sifat-sifatnya sangat baik.

– Rumah sakit di mana orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.
Seharusnya:
Rumah sakit tempat orang-orang mencari kesembuhan harus selalu bersih.

– Manusia membutuhkan makanan yang mana makanan itu harus mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.
Seharusnya:
Manusia membutuhkan makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh.

7. Penggunaan kata daripada yang tidak tepat:

– Seorang daripada pembatunya pulang ke kampung kemarin.
Seharusnya:
Seorang di antara pembantunya pulang ke kampung kemarin.

– Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar daripada pengawasannya.
Seharusnya:
Seorang pun tidak ada yang bisa menghindar dari pengawasannya.

– Tendangan daripada Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.
Seharusnya:
Tendangan Ricky Jakob berhasil mematahkan perlawanan musuh.

8. Pilihan kata yang tidak tepat:

– Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan waktu untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.
Seharusnya:
Dalam kunjungan itu Presiden Yudhoyono menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan masyarakat.

– Bukunya ada di saya.
Seharusnya:
Bukunya ada pada saya.

9. Kalimat ambigu yang dapat menimbulkan salah arti:

– Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai pembicaraan damai antara komunis dan pemerintah yang gagal.
Kalimat di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang gagal? Pemerintahkah atau pembicaraan damai yang pernah dilakukan?
Seharusnya:
Usul ini merupakan suatu perkembangan yang menggembirakan untuk memulai kembali pembicaraan damai yang gagal antara pihak komunis dan pihak pemerintah.

– Sopir Bus Santosa yang Masuk Jurang Melarikan Diri
Judul berita di atas dapat menimbulkan salah pengertian. Siapa/apa yang dimaksud Santosa? Nama sopir atau nama bus? Yang masuk jurang busnya atau sopirnya?
Seharusnya:
Bus Santoso Masuk Jurang, Sopirnya Melarikan Diri.

10. Pengulangan kata yang tidak perlu:

– Dalam setahun ia berhasil menerbitkan lima judul buku setahun.
Seharusnya:
Dalam setahun ia berhasil menerbitkan lima judul buku.

– Film ini menceritakan perseteruan antara dua kelompok yang saling menjatuhkan, yaitu perseteruan antara kelompok Tang Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan.
Seharusnya:
Film ini menceritakan perseteruan antara kelompok Tan Peng Liang dan kelompok Khong Guan yang saling menjatuhkan.

11. Kata kalau yang dipakai secara salah:

– Dokter itu mengatakan kalau penyakit AIDS sangat berbahaya.
Seharusnya:
Dokter itu mengatakan bahwa penyakit AIDS sangat berbahaya.

– Siapa yang dapat memastikan kalau kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya?
Seharusnya:
Siapa yang dapat memastikan bahwa kehidupan anak pasti lebih baik daripada orang tuanya?

*Sumber: http://www.bisnet.or.id

Komentar»

1. EOTS - 04/06/2009

Kesalahan itu selalu terjadi di HU kita. Mudah-mudahan dengan adanya blog ini, kualitas HU ini semakin baik.

pustakabahasa - 04/06/2009

Amin… mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua, terutama saya. Saya juga sebenernya banyak yang lupa, maklum lulus kuliah sudah lama dan tidak pernah diasah lg. Nuhun ahh

2. cep - 04/06/2009

Melakukan kesalahan adalah hal biasa, tetapi terus belajar dari kesalahan merupakan hal yang luar biasa. Mudah-mudahan blog ini bisa menjadi pencerahan bagi kita. Terus posting ya, admin…! hehehehe…:D


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: